Wisedan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Gombang Sukampak

leave a comment »

“Hitung semua.. Bu. Harusnya rombongan yang makan tadi saya bayar semua. Tapi sudah terlanjur..”
“lagi banyak duit ya Pak?”
“Iya.. ini kulkasnya ibu bagus, saya beli saja ya…”

Saya menyesal. Soalnya saya sudah bayar. Baru saja. Sepuluh ribu untuk nasi, ikan kembung goreng, sayur toge, sama tempe goreng satu.
“Abang yang ini mau dikembalikan uangnya?”
“Gak usah Bu.. Sudah dikasih uangnya gak baik dikembalikan..”
Pamali Cina. Uang masuk gak baik dikembalikan. Gak hoki.

Ada empat orang yang makan siang tadi. Jabat, Felix, dan dua selingkuhan mereka. Aku bayar sendiri.

Gombang Sukampak. Nama yang bayarin.
Gombang cerdas sekali. Tandanya botak. Botak di depan kepala. Makin lama makin botak.
Pernah dia bilang kalau botak di depan kepala itu botak cerdas. Kalau botak di tengah kepala itu botak stress.
Ada kawanku juga botak. Namanya Jono. Nama lengkapnya Klitorus Horgasmus Maximus Jono Mangkuwanito. Jono tidak cerdas. Tidak juga stress. Hobinya download film esek-esek. Juga foto wanita telanjang. Jutaan foto wanita telanjang di laptopnya. Aneh. Soalnya tubuh wanita dibolak-balik dari mana saja tetap sama. Ditelanjangi setelanjang-telanjangnya juga sama saja. Mungkin Jono jenisnya botak seks. Botak tipe ketiga.

Gombang penuh ide. Gagasannya menghentak. Seperti hentakan bus metromini tua waktu pertama dihidupkan.
Gombang satu spesies dengan motivator, tukang tipu, juga pendeta, atau ustad yang hobinya marahin orang-orang waktu khotbah jumat. Seperti Jabat juga. Tapi Gombang pembicara ulung. Kalau Jabat kerap terbata-bata, kecuali di atas podium. Kalau jadi penipu, Gombang bisa banyak makan korban. Kalau Jabat kurang cocok jadi penipu.

Aku heran lihat Gombang. Gombang harusnya jadi pengusaha sukses. Kenapa dia betah jadi karyawan terus. Mungkin Gombang hobinya ngomong. Pengusaha gak boleh banyak omong.

Gombang jujur. Teman wanitanya bilang begitu. Gombang juga murah kantong. Dia suka traktir kawan-kawannya. Kalau aku jadi pengusaha, aku akan pekerjakan Gombang.

“Aku masih laku..”
“Kenapa bisa begitu?”
“Buktinya waktu kemaren aku kirim lamaran, aku dipanggil..”

Gombang memang bukan tipe pengusaha.
Mungkin pengusaha tidak perlu cerdas. Atau banyak omong macam Gombang. Cukup nekat saja.

Iklan

Written by wisedan

Mei 1, 2009 pada 7:02 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: