Wisedan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Kecerdasan yang sesungguhnya

leave a comment »

Pamanku seorang pedagang. Awalnya dia pedagang kaki lima. Berjualan perhiasan imitasi di pinggir jalan. Numpang di depan toko milik orang lain. Itu sekitar 30 tahun yang lalu. Usianya sekitar 20-an tahun waktu itu. Lalu dia alih usaha menjadi pedagang pakaian, walau masih di kaki lima. Perlahan ia mampu menyewa kios kecil, lalu sebuah ruko, lalu memiliki ruko dan gudang ruko 2 lantai di belakang rukonya. Kini 30 tahun berlalu, ia sudah menjadi pedagang grosir pakaian terbesar plus distributor tunggal beberapa merek jeans terkenal seperti Levi’s, Lea, Lee Cooper dan sebagainya di daerahku. Tokonya kini ada di tiap kota kabupaten dan kotamadya di daerahku.

Ia masih sering berbelanja di Pasar Tanah Abang. Naik turun metromini, angkot, dan numpang ojek masih terus dilakoninya kalau dia ke Jakarta. Biasanya ia menginap di hotel murah di Tanah Abang. Tetapi ia biasa mengeluarkan uang lebih dari sepuluh milyar tiap ia belanja kebutuhan tokonya.

Sering ia menasehati saya, jangan lama-lama menjadi karyawan, baik swasta maupun negeri (PNS):
”Kalau jadi karyawan, memang hidupmu teratur, tapi tidak akan meningkat, seperti itu saja sampai tua.”
”jangan mau rezekimu diatur orang lain, dijatah orang lain.”
”usaha sendiri memang pahit di awal, tapi manis di akhir. Jadi karyawan itu manis di awal, tapi pahit di akhir.”

Pamanku ini hanya tamatan SD, tidak jelas juga apakah ia punya ijazah SD atau tidak. Kalau lah ia dulu meneruskan sekolah sampai sarjana, mungkin akhirnya ia cuma jadi karyawan swasta seperti diriku, atau PNS.

Ia hanya tamatan SD, tidak kenal credit card, handphone (ia tidak mau memakai handphone walau mampu membelinya), dan laptop, dan anti meminjam uang di Bank. Walaupun Ia biasa membeli rumah dan mobil secara cash. Aku pikir ia orang kaya sesungguhnya, beda dengan karyawan yang semuanya dikredit, beli rumah kredit, mobil dikredit, handphone kredit, laptop kredit, hingga ajal menjemput kredit masih melilit leher.

Bagi mereka yang sekolah tinggi-tinggi, lalu jadi sarjana hingga pasca sarjana hanya untuk jadi karyawan alias kuli. Mari berfikir lagi. Siapa yang cerdas sesungguhnya?

Iklan

Written by wisedan

Maret 25, 2010 pada 4:55 am

Ditulis dalam Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: